Get this widget

Social Media

Senin, 09 Maret 2015

Masyarakat Ekonomi Asean Tantangan atau Rintangan?



         Tahun 2015 merupakan tahun diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)/AEC (Asean Ecenomic Comunity) dimana para anggota ASEAN dan Negara Tiongkok, Korea Selatan, India, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.akan bersatu untuk menjadi suatu kawasan perekonomian yang mampu diperhitungkan dalam dunia perekonomian internasional. MEA bertujuan untuk memberikan keleluasaan dan kebebasan bagi Negara – Negara anggota asean dalam perdagangan dengan dihapuskannya pungutan – pungutan ekspor impor, tenaga kerja terampil serta aliran investasi keluar masuk di suatu Negara, atau bisa diistilahkan pasar bebas.
            MEA memiliki 4 poin penting diantaranya, yaitu :

  1. ASEAN sebagai Pasar dan Produksi Tunggal
  2. Pembangunan ekonomi bersama (ASEAN economic development)
  3. Pemerataan ekonomi
  4. Perkuatan daya saing
          Karena sifatnya yang begitu terbuka maka MEA akan memiliki dampak yang sangat besar untuk masyarakat di Indonesia, apakan ini sebagai tantangan (peluang) ataukah ini merupakan rintangan (ancaman).
  • ·        MEA sebagai Rintangan (Ancaman)
Indonesia merupakan bangsa dengan jumlah penduduk yang besar, dengan memiliki kecenderungan pola konsumtif, hal inilah yang menjadi sasaran para anggota MEA. Negara – Negara anggota MEA pun sudah mempersiapkan diri, salah satunya adalah dengan menanam investasi di Negara tujuan pasarnya, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri lonjakan inflasi akibat kenaikan harga BBM dan meningkatnya BI Rate yang menyebabkan para pengusaha kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Padahal disaat – saat ini diperlukan akselerasi pertumbuhan industri di Indonesia. Jika dilihat pada tahun 2012 saja perdagangan antara Indonesia dengan Vietnam  deficit US$157 juta, dengan Thailand defisit US$721 juta, dengan Singapura defisit US$707 juta, dengan malaysia defisit US$511 juta, bahkan dengan negara kecil Brunei Darussalam defisit US$281 juta.
Selain itu SDM di Indonesia juga perlu menjadi salah satu perhatian. Dengan jumlah penduduk yang besar jika banyak dari masyarakat di Indonesia yang memiliki SDM rendah maka ini akan mengakibatkan kita menjadi objek MEA, mulai dari tenaga kerja rendahan sampai konsumen yang menggiurkan.
Minimnya sosialisasi juga menjadi pemicu sedikitnya warga di Indonesia yang mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA. Disamping sosialisasi, peran pemerintah juga kurang diantaranya masih banyaknya KKN yang bisa dimanfaatkan oleh pihak – pihak asing untuk mensukseskan misi mereka dalam MEA.

  • ·        MEA sebagai tantangan (Peluang)
Selain sebagai ancaman MEA juga bisa sebagai peluang, karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal ini akan meningkatkan ekspor yang berimbas pada peningkatan GDP, terciptanya iklim yang mendukung masuknya investor asing, tersedianya lapangan pekerjaan yang semakin luas karena dimudahkannya akses untuk bekerja di luar negeri. Namun peluang tersebut akan bisa mendatangkan keuntungan jika telah disiapkan dengan matang bagi warga Negara Indonesia ataupun kesiapan regulasi, infrastruktur dan sistem karena merupakan nilai tersirat dari 4 poin MEA diatas.

Sumber :
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar