Tahun 2015 merupakan tahun
diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)/AEC (Asean Ecenomic Comunity) dimana para anggota
ASEAN dan Negara Tiongkok,
Korea Selatan, India, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.akan bersatu untuk menjadi suatu kawasan
perekonomian yang mampu diperhitungkan dalam dunia perekonomian internasional.
MEA bertujuan untuk memberikan keleluasaan dan kebebasan bagi Negara – Negara
anggota asean dalam perdagangan dengan dihapuskannya pungutan – pungutan ekspor
impor, tenaga kerja terampil serta aliran investasi keluar masuk di suatu
Negara, atau bisa diistilahkan pasar bebas.
MEA
memiliki 4 poin penting diantaranya, yaitu :
- ASEAN sebagai Pasar dan Produksi Tunggal
- Pembangunan ekonomi bersama (ASEAN economic development)
- Pemerataan ekonomi
- Perkuatan daya saing
Karena sifatnya yang begitu terbuka
maka MEA akan memiliki dampak yang sangat besar untuk masyarakat di Indonesia,
apakan ini sebagai tantangan (peluang) ataukah ini merupakan rintangan
(ancaman).
- · MEA sebagai Rintangan (Ancaman)
Indonesia merupakan bangsa dengan jumlah
penduduk yang besar, dengan memiliki kecenderungan pola konsumtif, hal inilah
yang menjadi sasaran para anggota MEA. Negara – Negara anggota MEA pun sudah
mempersiapkan diri, salah satunya adalah dengan menanam investasi di Negara
tujuan pasarnya, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri lonjakan
inflasi akibat kenaikan harga BBM dan meningkatnya BI Rate yang menyebabkan
para pengusaha kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Padahal disaat – saat
ini diperlukan akselerasi pertumbuhan industri di Indonesia. Jika dilihat pada
tahun 2012 saja perdagangan antara Indonesia dengan Vietnam deficit US$157 juta, dengan Thailand defisit US$721 juta,
dengan Singapura defisit US$707 juta, dengan malaysia defisit US$511 juta,
bahkan dengan negara kecil Brunei Darussalam defisit US$281 juta.
Selain itu SDM di Indonesia juga perlu menjadi
salah satu perhatian. Dengan jumlah penduduk yang besar jika banyak dari
masyarakat di Indonesia yang memiliki SDM rendah maka ini akan mengakibatkan
kita menjadi objek MEA, mulai dari tenaga kerja rendahan sampai konsumen yang
menggiurkan.
Minimnya sosialisasi juga menjadi pemicu
sedikitnya warga di Indonesia yang mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA.
Disamping sosialisasi, peran pemerintah juga kurang diantaranya masih banyaknya
KKN yang bisa dimanfaatkan oleh pihak – pihak asing untuk mensukseskan misi
mereka dalam MEA.
- · MEA sebagai tantangan (Peluang)
Selain sebagai ancaman MEA juga bisa sebagai peluang, karena
hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal ini
akan meningkatkan ekspor yang berimbas pada peningkatan GDP, terciptanya iklim
yang mendukung masuknya investor asing, tersedianya lapangan pekerjaan yang
semakin luas karena dimudahkannya akses untuk bekerja di luar negeri. Namun
peluang tersebut akan bisa mendatangkan keuntungan jika telah disiapkan dengan
matang bagi warga Negara Indonesia ataupun kesiapan regulasi, infrastruktur dan
sistem karena merupakan nilai tersirat dari 4 poin MEA diatas.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar