Get this widget

Social Media

Senin, 09 Maret 2015

Maraknya Perzinahan di Indonesia



              Pada era modern dengan akses informasi yang semakin cepat ini, perzinaan seolah menjadi hal yang wajar bagi masyarakat kita. Dari mulai anak SD, remaja, mahasiswa, sampai para pejabat terlibat dalam tindak perzinahan. Jika menoleh pada tahun 80an, 70an, bahkan tahun sebelumnya, tindak perzinahan selalu mendapat respon yang sangat brutal dari masyarakat. Pengucilan, eksekusi keji, hukuman fisik yang berat, dan berbagai hukuman lainnya merupakan respon tegas masyarakat yang diberikan kepada pelaku tindak asusila tersebut.
            Namun mulai tahun 90an nampaknya moralitas bangsa Indonesia telah bergeser, dimana tindak perzinahan mendapat respon yang ambivalen karena mungkin saja masyarakat tidak menerima tindak perzinahan tersebut dilakukan di tengah pemukiman masyarakat, tapi jika dilakukan di hotel tidak masalah.
            Lalu apakah hal yang mendasari maraknya perzinahan di Indonesia ini? Pada akhir tahun 80an dan awal 90an didengungkan emansipasi wanita, dimana kedudukan wanita sejajar dengan para pria mulai dari pendidikan, pekerjaan, serta pergaulan. Pada situasi seperti inilah yang kadang disalah artikan oleh orang – orang dengan iman yang lemah diperkuat oleh dorongan dan godaan iblis/setan baik yang berbentuk manusia maupun jin. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
“Tidak akan berzinah seorang pezinah pada saat ia berzinah sedangkan ia dalam keadaan beriman, tidak akan mencuri seorang pencuri pada saat ia mencuri sedangkan ia dalam keadaan beriman dan tidak akan minum khamer ketika ia meminumnya sedangkan ia dalam keadaan beriman”
Pada akhir – akhir ini penggunaan internet sudah menjadi suatu hal yang wajar dan biasa banyak hal yang bisa diakses dengan menggunakan internet baik itu positif maupun negative. Sehingga media inilah yang digunakan setan untuk menggoda, mendorong dan menjerumuskan manusia ke  lembah kemaksiatan. Setan memberikan gambaran yang semu kepada mangsanya dengan membungkus kepalsuan terhadap kemaksiatan, sehingga manusia akan terpesona dan memandang kemaksiatan sebagai suatu yang indah, sedangkan kebaikan oleh iblis dianggap suatu hal keburukan. Untuk memuluskan usahanya setan menggunakan jalan pintu nafsu dan syahwat yang ada pada manusia.

Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Yusuf : 53)
Dampak dari maksiat adalah :
  1. Maksiat menghalangi masuknya ilmu
  2. Maksiat menghalangi datangnya rizki
  3. Maksiat menghalangi ketaatan
  4. Kemaksiatan memperpendek dan menghilangkan keberkahan umur
  5. Kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan lainnya yang serupa 
  6. Maksiat melemahkan jiwa 
  7. Maksiat menyebabkan hati tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang buruk lagi 
  8. Maksiat mendatangkan laknat 
  9. Maksiat menjadi penyebab kerusakan
  10. Kemaksiatan mematikan kecemburuan hati
  11. Maksiat menghilangkan rasa malu 
  12. Maksiat melemahkan pengagungan terhadap Allah SWT 
  13. Maksiat menyebabkan Allah mengabaikan hamba-Nya
Dengan banyaknya dampak yang ditimbulkan oleh maksiat, maka pada era modern ini kita harus membentengi diri dengan ilmu agama, akhlak yang baik. Insya Allah kita terhindar dari dosa besar tersebut.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar