Pada era modern dengan akses informasi yang semakin cepat ini, perzinaan
seolah menjadi hal yang wajar bagi masyarakat kita. Dari mulai anak SD, remaja,
mahasiswa, sampai para pejabat terlibat dalam tindak perzinahan. Jika menoleh
pada tahun 80an, 70an, bahkan tahun sebelumnya, tindak perzinahan selalu
mendapat respon yang sangat brutal dari masyarakat. Pengucilan, eksekusi keji,
hukuman fisik yang berat, dan berbagai hukuman lainnya merupakan respon tegas
masyarakat yang diberikan kepada pelaku tindak asusila tersebut.
Namun mulai tahun
90an nampaknya moralitas bangsa Indonesia telah bergeser, dimana tindak
perzinahan mendapat respon yang ambivalen karena mungkin saja masyarakat tidak
menerima tindak perzinahan tersebut dilakukan di tengah pemukiman masyarakat,
tapi jika dilakukan di hotel tidak masalah.
Lalu apakah hal
yang mendasari maraknya perzinahan di Indonesia ini? Pada akhir tahun 80an dan
awal 90an didengungkan emansipasi wanita, dimana kedudukan wanita sejajar
dengan para pria mulai dari pendidikan, pekerjaan, serta pergaulan. Pada
situasi seperti inilah yang kadang disalah artikan oleh orang – orang dengan
iman yang lemah diperkuat oleh dorongan dan godaan iblis/setan baik yang
berbentuk manusia maupun jin. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
“Tidak akan berzinah seorang pezinah pada saat ia berzinah
sedangkan ia dalam keadaan beriman, tidak akan mencuri seorang pencuri pada
saat ia mencuri sedangkan ia dalam keadaan beriman dan tidak akan minum khamer
ketika ia meminumnya sedangkan ia dalam keadaan beriman”
Pada akhir – akhir ini penggunaan internet sudah menjadi suatu hal
yang wajar dan biasa banyak hal yang bisa diakses dengan menggunakan internet
baik itu positif maupun negative. Sehingga media inilah yang digunakan setan
untuk menggoda, mendorong dan menjerumuskan manusia ke lembah kemaksiatan. Setan memberikan gambaran
yang semu kepada mangsanya dengan membungkus kepalsuan terhadap kemaksiatan,
sehingga manusia akan terpesona dan memandang kemaksiatan sebagai suatu yang
indah, sedangkan kebaikan oleh iblis dianggap suatu hal keburukan. Untuk
memuluskan usahanya setan menggunakan jalan pintu nafsu dan syahwat yang ada
pada manusia.
Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali
nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang” (QS. Yusuf : 53)
Dampak dari maksiat adalah :
- Maksiat menghalangi masuknya ilmu
- Maksiat menghalangi datangnya rizki
- Maksiat menghalangi ketaatan
- Kemaksiatan memperpendek dan menghilangkan keberkahan umur
- Kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan lainnya yang serupa
- Maksiat melemahkan jiwa
- Maksiat menyebabkan hati tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang buruk lagi
- Maksiat mendatangkan laknat
- Maksiat menjadi penyebab kerusakan
- Kemaksiatan mematikan kecemburuan hati
- Maksiat menghilangkan rasa malu
- Maksiat melemahkan pengagungan terhadap Allah SWT
- Maksiat menyebabkan Allah mengabaikan hamba-Nya
Dengan
banyaknya dampak yang ditimbulkan oleh maksiat, maka pada era modern ini kita
harus membentengi diri dengan ilmu agama, akhlak yang baik. Insya Allah kita
terhindar dari dosa besar tersebut.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar